Bertutur, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor baru dalam perdagangan Rabu (24/9). Data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa IHSG ditutup pada level 8.121,99, sementara kapitalisasi pasar menembus Rp14.876 triliun, level tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia.
“IHSG kembali mencetak rekor di 8.125,201, dan Kapitalisasi Pasar tembus Rp14.876 triliun,” tulis BEI melalui akun resmi X @idx_bei.
Kenaikan ini dipicu oleh optimisme investor terhadap arah kebijakan fiskal pemerintah pasca pengesahan RUU APBN 2026 serta ekspektasi positif atas kinerja emiten sektor keuangan dan infrastruktur. Sejumlah analis menilai, aliran dana asing turut memperkuat reli IHSG dalam beberapa pekan terakhir.
Meski begitu, pengamat pasar mengingatkan bahwa kenaikan tajam berpotensi diikuti oleh koreksi jangka pendek. “Pasar sudah masuk area overbought. Euforia ini bagus, tapi investor tetap perlu waspada terhadap potensi profit taking dalam waktu dekat,” ujar salah satu analis yang dikutip dari catatan IDN Financials (24/9).
Reli IHSG ini juga menegaskan daya tarik pasar modal Indonesia di tengah gejolak global. Di kawasan Asia, indeks saham utama bergerak fluktuatif akibat ketidakpastian kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Namun, investor tampak menaruh harapan pada stabilitas domestik dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan tetap solid di atas 5 persen tahun ini.
Dengan pencapaian tersebut, BEI menegaskan komitmennya untuk terus memperluas basis investor domestik. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investor pasar modal per Agustus 2025 mencapai lebih dari 13,5 juta, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pencapaian IHSG di atas level psikologis 8.000 sekaligus menandai optimisme baru bagi pasar modal Indonesia. Namun, pelaku pasar tetap diminta berhati-hati menghadapi volatilitas yang mungkin muncul dalam beberapa pekan ke depan.
Foto: Tangkapan Layar IHSG
