Bertutur, Jakarta - Pemerintah meluncurkan program magang nasional bagi lulusan baru perguruan tinggi sebagai bagian dari Paket Ekonomi 2025. Program ini ditujukan untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja muda dan akan mulai dilaksanakan menyeluruh ke semua provinsi di Indonesia pada kuartal IV tahun ini.
Pengumuman disampaikan dalam konferensi pers bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Senin (15/9).
Program magang menyasar lulusan maksimal satu tahun dari jenjang pendidikan S1 dan D3, yang akan ditempatkan di berbagai sektor industri. Pada tahap awal, pemerintah menargetkan 20.000 peserta dengan durasi magang 6 bulan, serta pemberian upah sebesar UMP sesuai daerah masing-masing.
“Mekanisme program magang sedang dimatangkan oleh Mendiknas dan Menristekdikti. Mereka yang eligible adalah lulusan maksimal satu tahun, maka fresh graduate bisa ditangkap. Perusahaan baik swasta maupun negeri semua bisa dan akan ada kerja sama serta link and match dengan perguruan tinggi dan perusahaan,” jelas Menko Airlangga saat diwawancarai usai konferensi pers.
Pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp198 miliar untuk program ini, yang menjadi bagian dari 8 Program Akselerasi 2025 dalam Paket Ekonomi Nasional. Selain itu, terdapat pula 4 program lanjutan yang akan berlanjut pada 2026, serta 5 program andalan untuk penyerapan tenaga kerja. Program ini diharapkan menjadi jembatan bagi lulusan baru untuk masuk ke dunia kerja serta memperkuat konektivitas antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
Foto: Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden.
