Volunteer Event: Tren Kekinian Generasi Muda


Bertutur -
Beberapa tahun terakhir, anak muda di Indonesia semakin akrab dengan istilah volunteer. Tak hanya sebatas kegiatan sosial klasik seperti mengajar di daerah terpencil atau ikut membersihkan lingkungan, kini volunteering juga merambah ke dunia hiburan, terutama konser musik. Fenomena ini jadi menarik, karena generasi muda seakan menemukan ruang baru untuk berkontribusi, sekaligus tetap terkoneksi dengan hobi mereka.

Salah satu contoh nyata adalah semakin banyaknya konser amal atau festival musik yang melibatkan relawan dalam penyelenggaraannya. Para volunteer ini tidak hanya membantu urusan teknis seperti registrasi penonton atau menjaga kebersihan area acara, tetapi juga aktif dalam kampanye sosial yang diusung penyelenggara. Ada konser yang mengangkat isu lingkungan, kesehatan mental, hingga penggalangan dana untuk korban bencana. Menariknya, anak muda justru antusias karena merasa bisa terlibat dalam sesuatu yang berdampak luas tanpa harus meninggalkan dunia hiburan yang mereka sukai.

Kecenderungan ini sejalan dengan laporan Youth Development Index 2023 yang dirilis oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Dalam laporan itu, partisipasi pemuda dalam kegiatan sosial dan kewargaan mengalami tren peningkatan. Artinya, ada kesadaran kolektif dari generasi muda untuk tidak sekadar jadi penonton, melainkan aktor perubahan sosial. “Pemuda Indonesia hari ini punya energi besar, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk masyarakat. Salah satu bentuknya adalah melalui kegiatan sukarela,” ungkap Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo dalam keterangan pers Kemenpora (kemenpora.go.id, 2023).

Selain dari sisi sosial, volunteering di konser juga punya manfaat personal yang signifikan. Banyak anak muda mengaku mendapat pengalaman berharga dalam hal manajemen waktu, kerja tim, dan komunikasi. Ini sekaligus jadi ajang networking, karena mereka bisa bertemu orang-orang baru dengan latar belakang beragam. Sebuah studi dari United Nations Volunteers (UNV) tahun 2022 menegaskan bahwa volunteering berkontribusi positif terhadap keterampilan hidup (life skills) generasi muda, termasuk rasa percaya diri dan kepemimpinan. Dengan kata lain, menjadi relawan di konser bukan sekadar membantu, tetapi juga berinvestasi untuk pengembangan diri.

Tak hanya itu, konser yang menggabungkan musik dengan aksi sosial juga mampu menciptakan ikatan emosional yang kuat. Musik sendiri dikenal sebagai media universal yang bisa menyatukan orang dari berbagai kalangan. Ketika musik dikawinkan dengan semangat berbagi, tercipta suasana yang bukan hanya seru, tetapi juga penuh makna. Seorang peserta volunteer di sebuah konser amal pernah mengatakan, “Saya merasa kontribusi saya mungkin kecil, hanya membantu teknis acara. Tapi ketika melihat banyak orang terinspirasi untuk berdonasi, itu terasa besar sekali dampaknya.” Testimoni semacam ini menunjukkan betapa volunteering bisa menghadirkan kepuasan batin yang sulit digantikan.

Namun, perlu juga dicatat bahwa tren ini menuntut penyelenggara acara untuk lebih profesional dalam mengelola volunteer. Relawan memang datang dengan semangat sukarela, tetapi itu tidak berarti mereka bisa diperlakukan sembarangan. Prinsip dasar volunteering, menurut Peraturan Presiden No. 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, adalah pengakuan bahwa peran masyarakat sipil, termasuk relawan muda, sangat penting dalam pembangunan. Artinya, kontribusi mereka harus dihargai, baik dengan memberikan pelatihan, sertifikat pengalaman, maupun sekadar apresiasi sederhana.

Tren volunteering di konser musik ini juga punya dimensi global. Misalnya, Global Report on Volunteering dari UNV (2022) mencatat bahwa generasi muda di seluruh dunia semakin aktif menggunakan platform hiburan dan budaya untuk menggerakkan aksi sosial. Konser, festival seni, hingga acara olahraga menjadi kanal baru untuk menyampaikan pesan solidaritas. Indonesia tampaknya tidak ketinggalan, terlihat dari maraknya festival musik lokal yang mulai mengusung kampanye lingkungan atau kesehatan mental dengan dukungan relawan muda.

Bagi anak muda sendiri, menjadi volunteer di konser musik adalah pengalaman yang tak terlupakan. Ada rasa bangga bisa berada di balik layar sebuah acara besar, sekaligus tahu bahwa kehadiran mereka membawa dampak sosial. Kombinasi antara kesenangan dan kepedulian inilah yang membuat tren ini semakin diminati. Tidak menutup kemungkinan, ke depan, setiap konser besar akan selalu menyertakan elemen volunteer event sebagai bagian dari identitasnya.

Pada akhirnya, musik dan aksi sosial adalah dua hal yang sama-sama berhubungan dengan perasaan. Musik menggugah emosi, sementara aksi sosial menggerakkan hati untuk peduli. Ketika keduanya dipertemukan melalui volunteering, anak muda menemukan ruang baru untuk mengekspresikan diri sekaligus memberi manfaat nyata. Mungkin inilah alasan mengapa tren volunteer event dalam konser musik akan terus tumbuh: karena ia mampu menjawab kebutuhan generasi muda untuk bersenang-senang, berkembang, dan berkontribusi bagi masyarakat dalam satu waktu.


Foto: Social Chic

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama